Wednesday, 24 May 2017

Subhanallah..!! Ini dia Faza, Bocah Tunanetra Penghafal 30 Juz Quran. Sebarkanlah..!!


Sejak dari lahir, Faza tak dapat lihat. Namun, dia mempunyai ingatan begitu kuat, yang membantunya dapat menghafal Alquran dengan cepat.

Dream - Umur Faza masihlah begitu kecil, 7 th.. Dia mungkin saja terlahir sebagai anak kurang mujur karena menderita tunanetra sejak mulai lahir.

Walau demikian, Faza nyatanya memperoleh anugerah yang istimewa dari Allah SWT. Walau tidak mampu lihat, bocah ini miliki ingatan yang kuat sehingga dapat menghafal dengan cepat.

Bahkan di usianya yang masihlah kecil, Faza sudah menghafal Alquran genap 30 juz. Dia juga didaulat sebagai hafiz Alquran dalam Wisuda Akbar 6 yang di gelar PPPA Daarul Quran pada 22 November 2015 lalu.

Cerita ini bermula dari keinginan Faza dapat mengumandangkan azan di Masjid Agung Tasikmalaya, Jawa Barat. Faza, waktu itu berumur 4 th. mengemukakan hasrat itu pada sang bapak, Eko Fauzan Adiwangsa,

Saat itu, Eko menduga Faza cuma berceloteh laiknya anak-anak seusianya. Namun, Faza kerap mengungkap keinginan yang sama nyaris sehari-hari sampai Eko berupaya wujudkan keinginan itu.

Eko lalu mendatangi Pengurus Masjid Agung Tasikmalaya serta mengemukakan hasrat putra pertamanya. Sayangnya, Eko mesti kecewa karena pengurus masjid menampik keinginan itu.

 " Maaf, kami tak dapat mengizinkan putra Ayah azan disini. Terkecuali dia masihlah begitu kecil, kami juga tidak paham makhroj bacaannya, " ucap Eko kembali kenang perkataan pengurus masjid saat
itu.

Namun, hal semacam itu tak bikin eko berkecil hati. Dia lalu semangat
supaya Faza dapat jadi seseorang penghafal Alquran serta mengambil keputusan memasukkan anaknya ke rumah tahfiz yg tidak jauh dari rumahnya.

Dirumah tahfiz itu, Faza dibimbing menghafal Alquran dengan cara sema'an atau menyimak


bacaan. Mengagumkan, Faza begitu cepat menghafal Alquran dengan nada merdu.

Satu keajaiban berlangsung. Sebagian bln. sesudah penolakan itu, Faza malah diundang jadi tamu pada acara Tabligh Akbar di Masjid Agung Tasikmalaya, masjid yang pernah menampik hasrat bocah ini untuk dapat mengumandangkan azan.

Satu tahun lalu, Faza kembali mengungkap keinginan mempunyai satu pesantren. Eko tetap masih menduga pengucapan itu cuma gurauan anak-anak.

 " Ah, mungkin saja ini hanya gurauan saja, " kata Eko.

Lagi-lagi, Faza selalu mengulang hasrat itu. Nyaris sehari-hari, Faza senantiasa berkata menginginkan miliki pesantren pada orangtuanya.

Alhasil, Eko serta istrinya, Siti Marfuah lalu mengajak sepupu Faza mengaji berbarengan dirumah mereka. Dibawah tuntunan sang ibu, Faza berbarengan sepupunya mengaji berbarengan.

Makin lama, kegiatan itu berkembang sampai pada akhirnya jadi TPQ. Banyak anak-anak di sekitaran tempat tinggal mereka mengaji di TPQ sederhana itu serta bikin Faza makin semangat mengaji.

Sesaat th. lantas, Faza kembali miliki hasrat dapat mengaji dihadapan jemaah Masjid Istiqlal. Mimpi itu terwujud, Faza jadi satu diantara santri peserta Wisuda Akbar Tahfiz Quran 6 di Masjid Istiqlal.

Bahkan, Faza didaulat sendiri oleh Ustaz Yusuf Mansur jadi wisudawan. Ustaz Yusuf lalu memohon Faza untuk melafalkan hafalan Alquran dihadapan beberapa ribu orang serta beberapa syeikh yang ada dalam wisuda itu.

Mimpi Faza tak berhenti di situ. Dia masihlah miliki yang di cita-citakan dapat mendirikan masjid serta mengaji bersama Imam Masjidil Haram Syeikh Sudais.

SubhanAllah !! Seorang Pria Tetap Meneruskan SholatNya Walaupun Dalam Keadaan Di BAKAR



Subhanallah !!! Begitu tinggi iman dan Taqwa beliau ... Beliau sedang bersolat tapi dibakar namun beliau tetap meneruskan sholat hingga selesai walaupun dalam keadaan terbakar....

Allahhu Akbar !! Semoga Engkau Syahid ya Ikhwan

Tidak jelas dimana peristiwa ini terjadi, tapi kalau dilihat dari warna kulitnya nampaknya kejadian ini berlangsung di Afrika atau bisa jadi di CAR . Semoga Pelaku Pembakaran Di Berikan Balasan Yang Setimpal !!


Kisah diatas sangat mirip dengan kisah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Yaitu  Abbad bin Bisyr ditembus beberapa anak panah, ketika sedang khusyuk shalat tahajud. Anehnya, ia tidak merasakan sakit sama sekali. Dalam keadaan shalat, ia mencabut beberapa anak panah lantas melanjutkan shalatnya hingga malam usai.

Abbad bin Bisyr turut berperang bersama Rasulullah
SAW dalam tiap peperangan yang beliau pimpin. Dalam peperangan-peperangan itu, dia bertugas sebagai pemabawa Al Qur'an.
Ketika Rasulullah SAW kembali dari perang Dzatur Riqa', beliau beristirahat dengan seluruh pasukan muslim di lereng sebuah bukit. Setibanya di tempat peristirahatan di atas bukit, Rasulullah SAW bertanya,
"Siapa yang bertugas jaga malam ini?"
"Kami ya Rasulullah," kata Abbad bin Bisyr dan Amar bin Yasir seraya berdiri.

Saat Terkena Anak Panah.
Rasululah SAW telah menjadikan keduanya bersaudara ketika kaum Muhajirin baru tiba di Madinah. Ketika keduanya keluar ke pos penjagaan, Abbad bertanya kepada Ammar,
"Siapa di antara kita yang berjaga terlebih dahulu?"
"Aku yang tidur lebih dahulu," jawab Ammar yang bersiap untuk berbaring tak jauh dari tempat penjagaan.

Dalam suasana malam yang tenang dan hening, Abbad shalat malam dan larut dalam manisnya ayat-ayat Al Qur'an yang dibacanya. Dalam shalat itu ia membaca surat Al Kahfi dengan suara memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Ketika Abbad tenggelam dalam kekhusyukan shalat Tahajud, seorang musuh datang menyelinap. Musuh itu yakin bahwa Rasulullah SAW ada di tempat itu dan orang yang sedang shalat itu adalah pengawal yang bertugas jaga.

Dalam Kondisi terkena Panah Enggan Menghentikan Shalat.
Orang itu menyiapkan anak panah dan memanah Abbad dengan tepat mengenai tubuhnya. Abbad mencabut anak panah yang bersarang di tubuhnya sambil meneruskan bacaan dan tenggelam dalam shalat. Orang itu memanah lagi dan mengenai tubuh Abbad dengan jitu lagi. Abbad kembali mencabut anak panah dari tubuhnya dan kembali meneruskan ibadahnya.
Kemudian orang itu memanah lagi dan Abbad mencabut lagi anak panahnya seperti dua anak panah sebelumnya.

Kini giliran jaga diemban oleh Ammar bin Yasir pun tiba..
Abbad merangkak ke dekat saudaranya yang tidur lalu membangunkannya seraya berkata,
"Bangunlah saudaraku, aku terluka parah dan lemas," kata Abbad.

Sementara itu, si pemanah tadi yang mengetahui melihat pasangan saudara itu, buru-buru melarikan diri. Ammar menoleh ke arah Abbad dan melihat darah bercucuran dari tiga luka di tubuhnya.
'Subhanallah, mengapa engkau tidak membangunkan aku ketika panah pertama mengenai tubuhmu saudaraku?" kata Ammar.
"Aku sedang membaca Al Qur'an dalam shalat. Aku tidak ingin memutuskan bacaanku hingga selesai. Demi Allah, kalaulah tidak karena takut akan menyia-nyiakan tugas jaga yang dibebankan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga pos perkemahan kaum muslimin, biarlah tubuhku putus daripada harus menghentikan bacaan Al Qur'an dalam shalat," jawab Abbad.

Inilah salah satu kisah heroik dari sahabat yang bernama Abbad bin Bisyr dan ini merupakan salah satu dari karomah yang Allah SWT berikan kepadanya. Demikian pula dengan kisah seorang yang dibakar tetap melanjutkan shalatnya, semoga Allah tempatkan mereka di sisi terbaik.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kitah 2 manusia luar biasa ini.....
Aamiin...

Tuesday, 23 May 2017

Masyaallah! Terompet Kiamat Sudah Ada Tepat Di Bibir Isrofil, Baca dan Share Biar Pada Taubat


Kiamat memang menjadi momok bagi sebagian orang, bahkan ada pula yang tidak mempercayainya. Namun, sebagai umat muslim, mempercayai dan mempersiapkan diri untuk datangnya hari kiamat ini wajib dilakukan. Meski tidak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan datangnya, namun Nabi Muhammad SAW mengabarkan jika waktunya sudah dekat. Bahkan, kini terompet tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil.

Jika jaman Rasulullah terompet sangkakala sudah ada di bibir malaikat, lantas bagaimana dengan kita yang hidup 1.400 tahun setelahnya? Bukankah sudah semakin dekat? Hmm.. semoga kita siap jika sewaktu-waktu terompet ini sudah berbunyi.


Kiamat ditandai dengan bunyinya trompet sangkakala yang ditiup oleh malaikat israfil. Kebenaran adanya terompet ini sudah banyak dijelaskan, terutama ditiupnya terompet ini sebanyak 3 kali. Seperti pada surat An-Nam:87 dan Az-Zumar: 68.


“Dan (ingatlah) hari ketika ditiup sangkakala, terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87)


Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Jarak antara kedua tiupan itu adalah empat puluh”
“Ya Abu Hurairah, apakah empat puluh itu?” tanya sahabat
“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah
“Apakah empat puluh bulan?” tanya sahabat

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah. “Kemudian Allah menurunkan hujan, maka tumbuhlah manusia seperti pepohonan. Ketika itu tubuh anggota tubuh manusia rusak, kecuali sebuah tulang, yaitu tulang punggung bagian bawah (ekor). Dari tulang itulah manusia dihimpun kembali bentuknya kelak pada hari kiamat ” (HR.Syaikhoin)
Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68)
Abu Sa’id ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Bagaimana aku dapat merasakan nikmat, sebab malaikat pemegang sangkakala sudah memasukan sangkakala (ke mulutnya). Dan Ia pasti akan langsung meniup sangkakala itu, jika telah mendengar perintah untuk meniupnya”
Para sahabat yang mendengarkan merasa takut, lalu Rasulullah SAW bersabda “Ucapkanlah, Cukupkanlah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Hanya kepada Allah lah kami bertawakkal (berserah diri).” (HR. Tirmidzi).

Alhamdulillah !! Dengan 3 Amalan Ini, Dosa Zina Kita di Masa Yang lalu Akan "Terampuni".... No 2 Paling Mujarab... mohon disebarkan




Setiap umat muslim sudah mengetahui bahwa perbuatan zina merupakan perbuatan yang termasuk kedalam kategori dosa besar. Allah SWT melarang manusia untuk mendakati zina (apalagi melakukannya). Perbuatan ini akan menyeret manusia kedalam jurang kesesatan.

Seseorang yang melakukan zina akan hina di hadapan Allah SWT dan juga akan hina di mata orang lain. Alangkah baiknya jangan pernah mendekati zina, apalagi sampai melakukannya.

Tidak bisa dipungkiri, sudah sering kita melihat para remaja maupun dewasa sudah dicecoki kehidupan yang modern seperti kebarat-baratan. Zinapun sudah merambat anak usia SMP, SMA hingga kuliah. Kehidupan yang bebas, tidak ada pengawasan orang tua atau didikan yang baik dari orang tua, mereka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Sudah banyak umat muslim terjerumus kedalam perbuatan ini. Bahkan mereka tidak malu lagi melakukannya di depan orang banyak.

Lantas apakah benar bahwasanya Allah SWT akan mengampuni dosa zina ?

Firman Allah SWT yang artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Ayat diatas menjelaskan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa semuanya. Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanyalah kepada Allah tempat kita berserah diri, memohon ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan baik yang sengaja, tidak sengaja, sebesar debu hingga dosa seluas lautan.


Setiap manusia sudah berkewajiban untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT. Jangan setengah atau main-main dalam memohon ampunan kepada Allah, lakukanlah dengan kesungguhan hati serta keikhlasan hati. Berikut 3 syarat yang harus dipenuhi setiap muslim, Insya Allah dosa zina akan diampuni, amin. Berikut ulasannya :



1. Taubat
Firman Allah SWT yang artinya :Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).

Sudah kewajiban untuk taubat memohon ampunan kepada Allah jika berbuat dosa. Dari arti ayat diatas Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya. Taubatlah dengan sungguh-sungguh dalam hatim dan akan menjauhi perbuatan zina. Orang yang bertaubat tidak akan lagi mengulangi dosa (maksiat) perbuatan zina. Tidak pernah lagi mendekati perbuatan tersebut. Taubatlah dengan taubat Nasuha. Allah akan membukakan pintu maaf bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh kepada-Nya.

2. Menyesal
Firman Allah SWT yang artinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

Selain berhenti untuk melakukan dan mendekati perbuatan zina (maksiat lainnya). Seorang hamba yang ingin dosanya terhapus dan dimaafkan oleh Allah SWT, memiliki rasa penyesalan dalam hati atas perbuatan zina tersebut. Karena sangat menyesal, pastinya tidak akan pernah mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Dan selalu memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

3. Tidak melakukan kemaksiatan lagi
Firman Allah SWT yang artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An Nisa’: 145-146).

Sudah kewajiban bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT tidak lagi akan mengulangi perbuatan zina (maksiat) yang dilakukannya. Dan senantiasa selalu membenteng diri dari perbuatan-perbuatan maksiat dengan memohon perlindungan dari Allah SWT.

Sahabat renungan Islam, Allah SWT begitu sangat menyayangi hamba-hamba-Nya dan menerima taubat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bersegeralah bertaubat, Jangan menunda-nunda untuk bertaubat dan jangan pernah berputus asa. Firman Allah SWT yang artinya : Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Dengan kesungguhan hati, penyeselan yang mendalam serta ikhlas bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Insya Allah akan diampuni. Amin



Semoga bermanfaat, Jazakumullah.